Thursday, 29 August 2013

Artikel Tentang Jepang

Filled under:


Nama Negara : Jepang 
No. 1



Ibu kota
(dan kota terbesar)
Tokyo (de facto)

35°41′LU 139°46′BT
Bahasa resmiBahasa Jepang (de facto)
Bahasa daerah
yang diakui
Aynu itakbahasa Ryukyu, dandialek bahasa Jepang
Bahasa nasional

Aksara nasional
Bahasa Jepang

Kanji
Hiragana
Katakana
Kelompok etnik 98,5% Jepang, 0,5% Korea, 0,4% Tionghoa, 0,6% lain-lain
PemerintahanMonarki konstitusional,sistem parlementer
 - KaisarAkihito
 - Perdana MenteriShinzō Abe
LegislatifParlemen Jepang
 - Majelis TinggiMajelis Tinggi Jepang (Sangi-in)




Majelis Rendah


Majelis Rendah Jepang (Shugi-in)
Pendirian negara
 - Hari Pendirian Negara11 Februari 660 SM
 - Konstitusi Meiji29 November 1890 
 - Konstitusi Jepang3 Mei 1947 
 - Perjanjian San Francisco
28 April 1952 
Luas
 - Total377,944 km2 
(ke-61)

 - 

Air (%)

0,8
Penduduk
 - Perkiraan 2009127.530.000 (ke-10)

 - 

Sensus 2004

127.333.002 

 -

Kepadatan

337,4/km2 (ke-30)
PDB (KKB)Perkiraan 2008
 - TotalAS$4,356 triliun
(ke-3)

 - 


Per kapita


AS$34.115  (ke-24)
PDB (nominal)Perkiraan 2008
 - TotalAS$4.910 triliun  (ke-2)




Per kapita


AS$38.457  (ke-23)
Gini 38,1 (2002)
IPM (2007) 0,960 (sangat tinggi) (ke-10)
Mata uangSimbol internasional ¥
Dibaca (Yen)

Simbol jepang 
Dibaca (En) (JPY)
Zona waktuJST (UTC+9)
Format tanggalyyyy-mm-dd

yyyy年m月d日

zaman yy年m月d日
Lajur kemudikiri
Ranah Internet.jp
Kode telepon81



Luas Negara Jepang :
 - Total377,944 km2 
(ke-61)

 - 

Air (%)

0,8
Letak Negara Jepang :   Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat CinaKorea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.
Letak Astronimis Jepang 
 : 30º LU-47º LU dan 128º BT-146º BT

Batas-Batas Jepang - Utara    : Laut Okhstosk
                                     - Barat    : Laut Jepang dan Selat Korea
                                     - Timur    : Samudera Pasifik 
                                     - Selatan : L. Cina timur dan L. Filipina
2. Relief 


3.- Jumlah Penduduk : Agustus 2011) menurut IDB (International Data Base) Biro Sensus                                                 Amerika Serikat : Japan Peringkat Ke 10 Dengan Jumlah Penduduk                                             127,469,543
-% Pertambahan Penduduk Per Tahun :  pada tahun 1998, jumlah penduduk Jepang adalah 126.400.000 jiwa. Pertumbuhan penduduk 0,3% dan kepadatannya adalah 326 jiwa per KM2. Penduduk Jepang termasuk Induk bangsa Mongoloid, suku bangsa aslinya adalah suku bangsa Aino yang tinggal di P. Hokkaido. Penduduk Jepang yang terpadat adalah di P. Honsu dan bagian utara P.Khyushu

-RAS : 98,5% Jepang, 0,5% Korea, 0,4% Tionghoa, 0,6% lain-lain

- Hasil Budaya : 

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula Cina dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, memengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jepang turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e), kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.
Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.


Chakinzushi, sushi yang dibungkus telur dadar tipis.
Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang di Amerika Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.
Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin

4. EKONOMI

Mata Pencarian  
—   Mata pencaharian penduduk Jepang di bagi ke dalam tiga kelompok, yaitu  kelompok                pertanian(3%), industry(24%), dan jasa (69%)

- Pertanian = 
Pertanian adalah sektor industri andalan hingga beberapa tahun seusai Perang Dunia II. Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50% angkatan kerja berada di bidang pertanian. Sepanjang"masa keajaiban ekonomi Jepang", angkatan kerja di bidang pertanian terus menyusut hingga sekitar 4,1% pada tahun 2008. Pada Februari 2007 terdapat 1.813.000 keluarga petani komersial, namun di antaranya hanya kurang dari 21,2%  atau 387.000 keluarga petani pengusaha. Sebagian besar   angkatan kerja pertanian sudah berusia lanjut, sementara  angkatan kerja usia muda hanya sedikit yang bekerja di bidang pertanian.
                          
- Pertambangan 

Pertambangan di Jepang adalah industri yang terus menurun secara drastis sejak tahun 1980-an. Letak geografis Jepang di zona subduksi menyebabkan Jepang memiliki sumber daya mineral yang kaya, namun hanya sedikit memiliki minyak bumi dan gas alam. Produk pertambangan seperti batu bara, emas, perak, perunggu, besi, dan seng dieksploitasi secara besar-besaran hingga dekade 1970-an. Semakin menipisnya persediaan sumber daya tambang yang diikuti penurunan mutu dan tingginya biaya operasi menjadikan industri pertambangan Jepang tidak lagi kompetitif. Produk pertambangan unggulan Jepang saat ini adalah batu gamping.
Produksi batu bara dalam negeri anjlok dari puncaknya 55 juta ton pada 1960 ke hampir lebih dari 16 juta ton pada 1985, sedangkan impor batu bara naik hingga sekitar 91 juta ton pada 1987. Perusahaan pertambangan batu bara dalam negeri harus bersaing dengan batu bara murah hasil impor dan biaya produksi batu bara dalam negeri yang tinggi. Puncaknya adalah defisit cadangan batu bara pada tahun 1980-an. Pada tahun 1980-an, hampir sekitar 1 juta ton cadangan batu bara Jepang sebagian besar digunakan untuk batu arang. Sebagian besar batu bara yang dikonsumsi Jepang merupakan bahan bakar bagi pembangkit listrik.

- Indrustri
Industri ekspor utama Jepang adalah otomotif, elektronik konsumen (lihat industri elektronik konsumen Jepang), komputer, semikonduktor, besi, dan baja. Industri penting lain dalam ekonomi Jepang adalah petrokimia, farmasi, bioindustri, galangan kapal, dirgantara, tekstil, dan makanan yang diproses. Industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.
Kawasan industri tersebar di sejumlah prefektur. Di wilayah Kantō, kawasan industri berada di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Di wilayah Tōkai, kawasan industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Di wilayah Kansai, kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Kawasan industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, kawasan industri berada di bagian utara Kyushu (Kitakyūshū)

-Perdagangan

EKSPOR

Tahun 1991, Jepang memproduksi 9,7 juta mobil dan menjadikannya produsen mobil terbesar di dunia; Amerika Serikat pada tahun itu memproduksi 5,4 juta mobil. Kurang dari 46% keluaran Jepang diekspor. Mobil, kendaraan bermotor lain, dan suku cadang otomotif adalah kelas ekspor terbesar Jepang sepanjang 1980-an. Tahun 1991, mereka menguasai 17,8% ekspor Jepang, peningkatan pesat dari 1,9% saja pada tahun 1960 dengan Kaya menjadi salah satu eksportir terbesar.
Ketakutan akan proteksionisme di Amerika Serikat mendorong investasi asing langsung besar-besaran di AS oleh pembuat mobil Jepang. Pada akhir 1980-an, semua produsen besar Jepang memiliki jalur perakitan otomotif yang beroperasi di Amerika Serikat, yaitu Isuzu bekerjasama dengan Subaru, dan salah satu pabrik Toyota ada di Alabama. Setelah firma perakitan besar, produsen suku cadang mobil Jepang juga mulai berinvestasi di Amerika Serikat pada akhir 1980-an. Kebanyakan suku cadang mobil Jepang masih dibuat di Jepang.
Otomobil adalah permasalahan utama hubungan Jepang-Amerika Serikat selama 1980-an. Ketika harga minyak naik dalam krisis energi 1979, permintaan mobil kecil meningkat dan teratasi oleh ekspor Jepang ke pasaran Amerika Serikat. Ketika pangsa pasar Jepang meningkat menjadi 21,8% pada tahun 1981, tekanan muncul untuk membatasi impor dari Jepang. Akibat dari tekanan ini adalah serangkaian negosiasi pada awal 1981 yang menghasilkan perjanjian ekspor sukarela yang membatasi pengapalan Jepang ke Amerika Serikat selama satu dasawarsa, namun persaingan Jepang meningkat dengan pabrik-pabrik baru dibandun dan perjanjian ekspor yang bersifat sukarela.
Tekanan sukarela sejenis terhadap ekspor Jepang juga datang dari Kanada dan beberapa negara Eropa Barat. Meski begitu, persaingan mobil Jepang juga meningkat karena pabrik-pabrik baru dibangun dan dengan perjanjian ekspor yang bersifat sukarela. Sejak itu, ketegangan semakin berkurang. Kanada dan Eropa Barat, seperti AS, menarik batasan atas impor mobil Jepang. Nissan memiliki pabrik perakitan di Sunderland di Inggris.

IMPOR


Penetrasi asing terhadap pasar otomotif di Jepang kurang sukses. Impor mobil asing sangat rendah selama 40 tahun sebelum 1985, tidak pernah melewati 60.000 unit per tahunnya, atau hanya 1% dari pasar domestik. Batasan perdagangan dan investasi membatasi impor mobil hingga mendapat pangsa pasar kecil pada tahun 1950-an, dan setelah batasan tersebut diturunkan, pengendalian kuat atas jaringan distribusi membuat penetrasi sulit dilakukan. Pembuat mobil utama di Amerika Serikat memperoleh saham minoritas di sejumlah firma Jepang ketika batasan investasi diperlonggar, Ford memperoleh 25% saham di Toyo Kogyo (Mazda), General Motors 34% di Isuzu, dan Chrysler 15% di Mitsubishi Motors. Kepemilikan ini tidak berarti apa-apa bagi mobil Amerika Serikat untuk menembus pasar Jepang, dan perusahaan mobil Amerika menarik kembali saham saham mereka dari perusahaan-perusahaan mobil Jepang.

Setelah kepercayaan kuat terhadap yen pada tahun 1985, permintaan Jepang untuk mobil asing meningkat, namun kebanyakan berasal dari Jerman. Tahun 1988, impor mobil mencapai 150.629 unit, 127.309 di antaranya dari Eropa, terutama Jerman Barat. Hanya 21.124 unit yang diimpor dari Amerika Serikat pada waktu itu.


 Akhirnya Selesai Semoga Berguna Bagi Kalian :)                                  

Sumber WikiPedia. 



0 comments:

Post a Comment